Jangan kau pandang bibir yang manisKerana dia bisa menghancurkanJangan kau
Kasihku dalam hidupkuTak ku lupa KewujudanmuSebagai hamba yang hinaKaulah segala
Kembara lagi mencari sesuatuDi alam fantasi adalah kenyataan Yang hilang
Berdindingkan anginBerlantaikan lumpurMenyelimut diri dengan debu-debuHidup di d
Insan yang mana tak tergurisHatinya bila dihinaBila disembur dengan kata
Di tepian simpang iniSejenak aku terhentiTerbayanglah bagaimanaPengembaraanku be
Layarkan bahtera iniKe tengah samudera penuh ke lurahLayarkan bahtera iniKe
Temukan aku penawar mujarabPenyembuh lukaAku mangsa perlumbaanKedhidupan di duni
Tajam tajam matanya melihat sebuah dosaTajam tajam lidahnya mencemuh dan
» More on Ramli Sarip