Clean Lyric
Paragraph Lyric
Malam, gelap dingin mencekam
Kesepian seakan ingin berontak
Bayangan, merah dia t’lah datang
Belati menancap keras di dada

T’lah habis, Vodka di tangan kanan
Dan ku suka dengar suara botol pecah
Hilanglah, semua teman tercinta
Tinggalkan ku dengan hati yang patah

[#:]
(Hahaha) Aku tertawa
(Sudahlah) Setan pun tersenyum
(Melihat) Apa yang telah ku lakukan
Terlambat, tanganku t’lah berlumur darah
[2,3: Hampir saja, berakhir nafas hidupku]

Ku bersumpah, ‘tuk menjadi lebih baik
Tapi ruang dan waktu tak membantu
Ku hembus, asap rokok terakhir
Api ini tak akan pernah padam

Nekatku kebut motor setanku
Berharap inilah saat ‘tuk berucap
S’lamat, tinggal kekecewaan
Tapi hati ini masih tak yakin

[#]

[Interlude]

Persetan dengan kepalsuan
Persetan dengan kemurnian
Ku sadari semua, dalam hidup ini,
kau hanya dapatkan apa yang ‘kan engkau berikan

[#]

these lyrics are submitted by Aji Pramana
Malam, gelap dingin mencekam  Kesepian seakan ingin berontak  Bayangan, merah dia t’lah datang  Belati menancap keras di dada    T’lah habis, Vodka di tangan kanan  Dan ku suka dengar suara botol pecah  Hilanglah, semua teman tercinta  Tinggalkan ku dengan hati yang patah    [#:]  (Hahaha) Aku tertawa  (Sudahlah) Setan pun tersenyum  (Melihat) Apa yang telah ku lakukan  Terlambat, tanganku t’lah berlumur darah  [2,3: Hampir saja, berakhir nafas hidupku]    Ku bersumpah, ‘tuk menjadi lebih baik  Tapi ruang dan waktu tak membantu  Ku hembus, asap rokok terakhir  Api ini tak akan pernah padam    Nekatku kebut motor setanku  Berharap inilah saat ‘tuk berucap  S’lamat, tinggal kekecewaan  Tapi hati ini masih tak yakin    [#]    [Interlude]    Persetan dengan kepalsuan  Persetan dengan kemurnian  Ku sadari semua, dalam hidup ini,  kau hanya dapatkan apa yang ‘kan engkau berikan    [#]    these lyrics are submitted by Aji Pramana