Ikhlasnya hati sering kali disalah ertiTulusnya budi tidak pernah engkau
Timur barat selatan hingga utaraSetiap saat tiap ketikaMencari tak berputus
Dirantai Digelangi Rindu Syahdu malam berlagu sepi Mengiring rawan dalam
Jesnita,Kali pertama,Terpandang wajah,Terpegun aku dan terpesona,Dengan senyuman
Tega ku berdiri sepanjang malam,Mengintai dada langit yang tersergam,Dengan meni
Kerana percayakan SitiTercetus revolusi iniTapi ironinya cinta kami tak jadiKera
Lampu neon mentari limau mandarin,Terpulanglah pada cermin kanta kita,Dan bagaim
Dinginnya angin malam ini Menyapa tubuhku Namun tidak dapat mendinginkan
Terlerai kini ikatan yang dijanijLalu aku sendiri lagiSekian lama bersama
Oh! IbuKau disiram bayu pagiKehilangan terasa kiniDan kesepianDan akuBagai purna
Usah tinggal daku kekasihUsah biar aku bersedihPercintaan ini memang zalim
» More on Exist