Ikhlasnya hati sering kali disalah ertiTulusnya budi tidak pernah engkau
Tak usah ditanyaMengapa ku pilihBunga yang mewangiTerliar berseriYang tak akan
Timur barat selatan hingga utaraSetiap saat tiap ketikaMencari tak berputus
Dirantai Digelangi Rindu Syahdu malam berlagu sepi Mengiring rawan dalam
Jesnita,Kali pertama,Terpandang wajah,Terpegun aku dan terpesona,Dengan senyuman
Kerana percayakan SitiTercetus revolusi iniTapi ironinya cinta kami tak jadiKera
Lampu neon mentari limau mandarin,Terpulanglah pada cermin kanta kita,Dan bagaim
Dinginnya angin malam ini Menyapa tubuhku Namun tidak dapat mendinginkan
Terlerai kini ikatan yang dijanijLalu aku sendiri lagiSekian lama bersama
Oh! IbuKau disiram bayu pagiKehilangan terasa kiniDan kesepianDan akuBagai purna
Usah tinggal daku kekasihUsah biar aku bersedihPercintaan ini memang zalim
» More on Exist