Clean Lyric
Paragraph Lyric
Aku lihat orang yang mati
Diantara tumpukkan sampah
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam
Depan pasar dekat terminal
Pagi itu orang berkerumun
Melihat mayat yang membusuk
Tutup hidung sesekali meludah
Aku lihat orang menangis
Disela gaduhnya suasana
Segera aku menghampiri
Dengan bimbang ku bertanya padanya
Rupanya yang mati sang teman
Teman hitam hidup sepaham
Hanya kisah yang dilewati
Ia berdua ikat tali saudara
Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala
Sisa darah orang yang mati
Disimpannya didalam hati
Lalu dia seperti batu
Sampai malam sampai semuanya pergi
Depan pasar dekat terminal
Ada lagi orang yang mati
Lehernya berdarah membeku
Bekas pisau lawannya tadi malam
Sementara surya mulai tinggi
Panas terasa bakar kepala
Dendam ada dimana-mana
Dijantungku dijantungmu
Dijantung hari-hari . . . . . . .
Dendam ada dimana-mana . . . . . . . . . . .
-Rahman Tardjana-
Aku lihat orang yang mati  Diantara tumpukkan sampah  Lehernya berdarah membeku  Bekas pisau lawannya tadi malam  Depan pasar dekat terminal  Pagi itu orang berkerumun  Melihat mayat yang membusuk  Tutup hidung sesekali meludah  Aku lihat orang menangis  Disela gaduhnya suasana  Segera aku menghampiri  Dengan bimbang ku bertanya padanya  Rupanya yang mati sang teman  Teman hitam hidup sepaham  Hanya kisah yang dilewati  Ia berdua ikat tali saudara  Sementara surya mulai tinggi  Panas terasa bakar kepala  Sisa darah orang yang mati  Disimpannya didalam hati  Lalu dia seperti batu  Sampai malam sampai semuanya pergi  Depan pasar dekat terminal  Ada lagi orang yang mati  Lehernya berdarah membeku  Bekas pisau lawannya tadi malam  Sementara surya mulai tinggi  Panas terasa bakar kepala  Dendam ada dimana-mana  Dijantungku dijantungmu  Dijantung hari-hari . . . . . . .  Dendam ada dimana-mana . . . . . . . . . . .  -Rahman Tardjana-